Rabu, 16 April 2014

INTEGRASI DAN KETERATURAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT :PENDEKATAN FUNGSIONAL



Program umum untuk mengurangi kemiskinan mungkin menghasilkan berbagai konsenkuensi sosial, beberapa beberapa menguntungkan dan beberapa tidak, selain mencapai keinginan yang diinginkan. Konsekuensi-konsekuensi ini meliputi bertambahnya jumlah birokrasi pemerintahan, bertambahnya kejahatan antara kelompok ras putih dan ras hitam serta korupsi, dan bertambahnya frustasi di kalangan kelas menengah karena naeknya pajak, inflansi yang semakin tinggi. Tujuan untuk menilai konsekuensi-konsekuensi sosial dari pola individu sangat mendasar dalam perspektif fungsional Robert Merton.

Secara keseluruhan , tekanan dalam fungsionalisme adalah  pada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi supaya suatu sistem sosial (seperti masyarakat misalnya) bertahan, dan bukan kebutuhan-kebutuhan individual.Tekanan dalam funsionalisme pada konsekuensi-konsekuensi sosial obyektif yang di maksudkan atau tidak dibayangkan. untuk mengadakan peralihan teori petukaraqn ke teori funsionalisme ,ingat salah satu tujuan bila yang utama yakni untuk menjelaskan munculnya stuktur sosial yang besar dari prinsip-prinsip pertukaran yang dasar.sebaliknya teori-teori fungsional cendrung untuk mulai dengan struktur yang sudah ada.

Analisa funsional juga relavan dengan suatu pemahaman akan proses perubahan sosial, khususnya perubahan yang teratur.sesungguhnya, pandangan menganai saling ketergantungan institusional mengandung implikasi bahwa kalau perubahan terjadi dalam satu institusi apa saja, akan menghasilkan perubahan dalam institusi-institusi lainnya.walaupun demikian, apakah tujuaannya untuk memahami keteraturan sosial atau untuk memmbahas perubahan sosial , yang menjadi pokok permasalahan analisa funsional adalah bekerja suatu sistem sosial yang sedang berlangsung,bukan mengenai munculnya atau perkembangannya.
I.         PARSON: DARI TINDAKAN SOSIAL

Banyak ahli sosiologi melihat suatu perbedaan yang tajam antara teori tindakan sosial yang terdapat dalam karya awal dari parson,dengan analisanya kemudian mengenai sistem sosial yang bersifat struktural funsional.Secara konsisten parson melihat kenyataan sosial dari suatu perspektif yang sangat luas, yang tidak terbatas pada tingkat struktur sosial saja. Berulang kali dia menunjuk pendekatannya sebagai suatu teori mengenai tindakan yang bersifat umum. Sistem sosial hanya salah satu dari sistam-sistem yang termasuk dalam perspektif keseluruhan; sistem kepribadian dan sistem budaya merupakan sistam-sistem yang secara analisis dapat dibedakan. Seperti halnya dengan organisme pelaku.

1.      Riwayat hidup dan karir parson
Perspektif teoretis utama yang secara implisit di terima oleh perinti sosiologi di amerika adalah teori evolusi darwinis.skeptisisme terhadap usaha-usaha ke perubahan ini terdapat pada mereka yang mengemukakan bahwa kemajuan sosial dalam jangka panjang merupakan hasil dari percekcokan yang tidak dapat di hindarkan antara yang kuat dan yang lemah dan akhirnya di menangkan oleh yang kuat.

2.       Teori tindakan sosial valuntaristik
Dalam analisanya,prson banyak menggunakan kerangka alat tujun (means-ends framework) . inti pemikiran parson adalah bahwa:
Tindakan itu di arahkan pada tujuannya (atau memiliki suatu tujuan )
Tindakkan terjadi dalam suatu situasi ,dimana beberapa elemennya sudah pasti, sedangkan elemen-elemen lainnya digunakkan oleh yang bertindak itu sebagai alat menuju tujuaan itu .Secara normatif tindakkan itu di atur sehubungan dengan penentuan  alat dan tujuan.

Tindakkan itu dilihat sebagai satuan kenyataan sosial yang paling kecil dan paling kondisi, dan norma.
1.      Positivisme versus idealisme
Parsons mengemukakan bahwa model utilitarian mengenai tindakan sosial tidak berhasil mempertahankan perbedaan analitis antara tujuan, alat, dan kondisi tindakan.

2.      Penolakan pareto terhadap model rasional
Perasaan-perasaan dasar yang merupakan sumber motivasi yang riil bagi tindakan orang disebut pareto dengan istilah residu, sedangkan berbagai penjelasan atau pembenaran yang di berikan sebagai alasan untuk tindakannya disebut dengan istilah deriasi.
Katagori lain mengenai tindakan tidak logis yang paling penting dalam kerangka parsons adalah yang nonrational atau nonscientific, dan bukan irational atau unstientific.artinya pembenaran atau penjelasan teoristis mengenai tindakan yang mungkin di berikan seseorang bersifat nonimperis atau berada diluar  penjelasan ilmiah atau rasional.

     c.  Transisi Durkheim kew Idealisme Sosiologis
 Durkheim, seorang ahli teori yang dianalisia Parsons, yang yang bertolak landasan positivis, berbeda dari Marshall dan  Pareto karena menolak model tindakan yang bersifat indiidualistik.Singkanya, analisa Parsons mengenai  Marshall, Pareto, dan durkheim memperlihatkan bahwa masing-masing menuju posisi valuntaristik dimana pentingnya oreitasi normatif dan ideal-ideal yang di anut bersama diterima dan di akui.

3.      Oriantasi Subyektif dalam Hubungan Sosial Variabel-variabel Berpola

Teori parsons pada umumnya bersifat (gineral theory) mengenai tindakan sosial menekankan orientasi subjektif yang mengendalikan pilihan-pilihan indidu. Pilihan-pilihan ini secara normatif atau dikendalikan oleh nilai dan standar normatif bersama. Di antara sistem-sistem klasifikasi ini ,variabel-variabel berpola mungkin yang paling banyak di kenal  dan sering dikutip.tetapi variabel-variabel ini harusb di lihat dalam konteks kerangka persons yang lebih umum sifatnya.dalam kerangka-kerangka yang umum itu, oreintasi orang yang bertindak itu ada dua elemen dasar : oreintasi motivasional dan oreintasi nilai. Oreintasi motivasional menunjuk pada keinginan individu yanng bertindak itu untuk memperbesar kepuasan dan menguranngi kekecewaan. Satu segi dari permasalahan ini adalah ikhtiaruntuk menyeimbangkan kebutuhan-kebutuhan lansung yang memberikan kepuasan dengan tujuan-tujuan jangka panjang.oreitasi nilai menunjukan pada standar-standar normatif yang mengendalikan pilihan-pilihan individu(alat dan tujuan ) dan prioritas sehubunngabn denganb adanya kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan yang berbeda.

Tiga dimensi yang berbeda dalam oreintasi individu.
1.      Oreintasi motivasional                        2. Oreintasi nilai
a.       Dimensi kognitif                               a. Dimensi kognitif            
b.      Dimensi katektik                               b. Dimensi apresiatif
c.       Dimensi evaluatif                              c. Dimensi moral

Dimensi kognetif berhubungan dengan sistem kepercayaan budaya ,dimensi apresiatif dengan sistem budaya yanng berhubungan dengan simbolisme ekpresif,dan dimensi moral berhubungan dengan sistem budaya dalam oreintasin nilai.

Urutan yang terdapat dalam buku Toward A General Theory of Action:
1.      Afektivitas versus netralitas efektif.
2.      Orientasi-diri (self-orientasi) versus orientasi kolektiitas.
3.      Universalisme versus partikularisme.
4.      Askripsi versus prestasi (achieverment).
5.      Spesifitas versus kekaburan (diffuseness).

a.       Afektivitas versus Netralitas Afektif
Ini merupaka dilema apakah mencari atau mengharapkan kepuasan emosional dari orang lain atau tidak, dalam suatu situasi  sosial. Pilihan yang jatuh ke afektifitas akan berarti bahwa orang-orang yang terlibat itu akan berhubungan satu sama lain secara emosional (senang satu sama lain) dan saling memberikan kepuaan secara langsung.

b.      Orientasi-diri verus orientasi kolektif
Orientasi –diri akan berarti bahwa kepentingan prtbadi orang itu sendirilah yang mendaat prioritas, sedangkan orientasi kolektif akan berarti bahwa kepentingan orang lain atau kolektivitas secara keseluruhan yang harus diprioritaskan.

c.       Universalisme versus partikularisme
Pola universalistik mencakup standar-standar yang di dasarkan pada suatu hubungan tertentu (particular) diantara mereka yang berinteraksi atau didasarkan pada sifat-sifat tertentu yang terdapat pada kedua pihak.

d.      Askripsi versus prestasi
Orang lain dapat dilihat dan di nilai menurut siapa mereka dan apa yang mereka buat .dalam askripsi, orang lain diperlakukan menurut mutu atau sifatnya yang khusus, yang membatasi keterlibatannya dalaqm suatu hubungan sosial.

e.       Spesifitas versus kekaburan
Pada dasarnya, variabel ini berhubungan dfengan ruang lingkup keterlibatan seseorang dengan orang lainnya. Toennies menghubungkan antara  variabel-vriabel pola pembeda dengan tipe hubungan sosial  gemeinschaft dan gesellschaft, atau dilihat sebagai dimensi yang mendasar dalam tipologi Toennies
Variabel-variabel  itu  dihubungkan dengan dikotomi  Toennies, susunannya  dapatdilihat sebagai  berikut;
Gemeinschf                             Gesellschaf
Afektivitas                              Netralitas afektif
Orientas kolektif                     Orientasi-diri
Partikularisme                         Universalisme
Askripsi                                   prestasi
Kekaburan                               Spesifitas   

Variabel-variabel yang berpopola untuk mengidentifikasi orientas motivasional   individu menghasilkan tipologi pengelompokan kebutuhan  (need disposition) berikut ini : pemuasan segmental  adalah kebutuhan akan pemuasan tertentu, tanpa mncampurkannya dengan perasaan cinta pada orang lain yang malayani pemuasan itu. Dengan kata lain, kita perlu mencin tai mereka yang kita hormati.

4.      Strategi  Analisa Struktural-fungsional
Variabel-variabel  berpola untuk analisa persyaratan-persyaratan  fungsional yang dig menggambarkan hubungan osial yang bersifat  umum dengan  berbagai kebutuhan. Strategi dasar pendekatan ini adalah ;
A.    Mengidentifikasikan persyaratan-persyaratan fungsional  yang pokok dalam sistem yang sedang dipelajari  itu
B.     Menganalisa struktur-struktur tertentu dengan persyaratan-persyaratan fungsional ini terpenuhi.
Tujuan Parson dengan analisa  fungsionalnya adalah untuk meneliti proses atau mekanisme menghasilkan kesesuaian ini.  Internalisasi adalahprooses oriantasi nilai budaya dan harapan yang disatukan dengan sistem kepribadian.

5.      Perkembangan Kerangka  A-G-I-L
Pada dasarnya, bagan A-G-I-L  itu menunjukkan  pada seperangkat empatpersyaratan fungsional yang harus dipenuhi oleh sistem sosial. Keempatnya adalah sebagai berikut:
A-adaptation, menunjukkan keharustem sosial untuk menghadapi lingkungannya.
G-Goal Attaiment,  merupakan persyaratan fungsional yang muncul dari pandangan Parson bahwa tindakan itu diarahkan pada tujuan-tujuannya.
I-integration, merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interalasi antara para  anggota dalam sistem sosial itu.
L-aLatent Patterm Maitenanca, Konsep latensi (latency) menunjukkan pada berhentinya interaksi.
Gerakan-gerakan Tahap dalam A-G-I-L
Keempat persyaratan funsional dan fundamental yang digambarkan dalam skema  A-G-I-L-nya  parsons, merupakan kerangka untuk menganalisi gerakan-gerakan tahap yang dapat diramalkan.keempat persyaratan ini berlaku untuk kelompok kecil dalam studi bales,dan untuk sistem tindakan sosial apa saja.

Hirarki kontrol sosial
Berbagai sistem tindakan yang barui di tunjuk itu dilihat sebagai berada dalam dalam suatu hubungan hirarki. Sistem-sistem itub juga bersifat tumpang tindih. Sistem budaya merupakan orientasi nilai dasar dan pola normatif yang dilembagakan dalam sistem sosial dan di interinalisasikan dalam struktur keprabadian para anggotanya.

6.      Kearangka A-G-I-L di terpkan pada masyarakat
Model  A-G-I-L parsons dapat digunakan untuk menganalisa interelasi antara pola-pola intitusional utama dalam sistem-sistem sosial yang lebih besar, seperti masyarakat.Secara teoristis proses mengindenifikasi  berbagai tingkatan sistem dan subsistem dapat dilaksananakan dari masyarakat keseluruhan dan semua struktur intituisional yanngb utama sampai ketingkatan kelompok kecil mikro dan hubungan antar pribadi.
Pertukaran subsistem
Ide mengenai pertukaran-pertukaran subsistem ini dapat diterapkan  pada tinjgkatan-tingkatan yang berbeda.pada masyarakat keseluruhan, pertukaran ini dapat di lihat misalnya antara institusi dalam masyarakat,

Media Pertukaran antara subsisistem
Menurut persons , media pertukaran yang ttermasuk dalam subsistem pencapaian tujuan adalah kekuasaan .dalam banyak hal kekuasan sebanding dengan uang. Kekuasaan dapat di pindahkan dari satu satuan ke satuan yang lainnya ; dapat dipergunakan untuk berbagai kolektif.

7.      Disferensi struktural dan perubahan sosial
         Usaha parsons sehubungan dengan perubahan sosial membawa poerkembangan suatu teori evolusi modern yang menggabungkan pokok-pokok tertentu yang sudah dikembangkan terlebih dahulu.beberapa perkembangan tertentu yang saling berhubungan yang di tunjuk persons:
1.      Muncul sistem strafikasi sosial sebagai suatub dimensi struktur sosial adalah terpisah, dan berbeda dari organisasi kekerabatan.
2.      Legitimasi budaya terhadap strukturc politik yang muncul.
3.      Organisasi birokratis
4.      Sistem uang dan jaringan pasar imopersonal
5.      Kerangka norma universalistik
6.      Pola-pola asosiasi demokratis

II.                MERTON DAN FUNGSIONALISME TARAF-MENENGAH
Mungkin hanya sedikit ahli Sosiologi Amerika akan membantah ucapan Parsons bahwa berada dalam satu aliran sendiri. Dari teorinya mengenai tindakan yang bersifat voluntaristik di tahun 1930-an sampai dengan teori evolusinya ditahun 1960-an.
1.                  Strategi Dasar dari Analisa Fungsional Taraf-Menengah
Bagi Merton pendekatan fungsional bukanlah suatu teori komprehensif dan terpadu melainkan suatu strategi untuk analisa. Strategi ini merupakan suatu titik tolak dan memberikan suatu bimbingan, tetapi teori-teori taraf-menengah yang dikembangkan dari titik tolak ini harus mampu berada dalam kesatuannya sendiri yang didukung oleh data empiris yang sesuai. Mungkin pada akhirnya berbagai teori taraf-menengah ini dapat disatukan ke dalam suatu kerangka teoretis yang lebih luas.
2.                  Disfungsi Laten, Masalah Sosial dan Perubahan Sosial
Konsep disfungsi sangatlah berguna dalam mengembangkan suatu pendekatan fungsional dalam masalah sosial dan perubahan sosial. Konsekuensi disfungsional mengurangi kemampuan mengadaptasi dari sistem itu dan mungkin akhirnya menghasilkan ketegangan terbuka dan kekacauan. Satu hasil dari akumulasi konsekuensi-konsekuensi disfungsi adalah bahwa struktur-struktur kompensatif dapat dibentuk untuk menetralisasi atau menghilangkannya.
3.                  Contoh-contoh Teori Fungsional Taraf-Menengah
Secara keseluruhan karya Merton tidak memberikan suatu analisa yang abstrak mengenai fungsi atau disfungsi, baik yang bersifat laten maupun yang manifes.Tetapi teori-teori ini memliki satuannya sendiri, tanpa memperluas penggunaan terminologi analisa fungsional dan tanpa menghubungkannya dengan yang lainnya secara jelas.
a.                  Struktur Sosial dan Anomi
b.                  Kepribadian Birokratis
c.                   Teori Kelompok Referens

Rabu, 19 Februari 2014

HIBURAN DI LIBURAN


cerita edisi liburan semester 3 nih jadi ip geu sama lagi kayak temen satu kamar gue ya alkhamdulillah sih tetep naik . ah liburan biasa gak ada istimewa"nya dimata gue sih hanya bedanya gak berangkat kuliah aja dari senin sampai jum'at hehe ya lumayan sih bisa buat otak rilex hehe
biasa gak dikos gak disemarang ketemunya anak" ini kemaren sore dimulai dari karokean bareng di invis


kegiatan yang biasa kalo pas liburan ya gini karokean nyanyi" gak jelas dari mulai lagu inggris , indonesia , dangdutan koplo goyang-goyang gak jelas . selanjtnya mampir 
alun-alun kota tegal adalah salah satu tempat rekreasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat tegal pada siang sore ataupun malam hari , jika sore hari sekitar pukul 3 sore para penjual makanan dan penjual jasa di alun-alun mulai menggelar lapaknya disini. aneka makanan yang bisa dinikmati disini adalah Tahu Gejrot (makanan khas cirebon), sekoteng , Kupat Blengong , Kupat Bongkok (biasanya ada dipagi hari) , Ponggol (makanan khas tegal), Tahu Aci dan berbagai cemilan lain yang ada . penjual jasa biasa berupa pemancingan mini, kereta mini, mobil mini, kora-kora mini, odong-odong , sekarang yang terbaru adalah sepatu roda yang bisa dinikmati oleh masyarakat .

Tahu Gejrot


Sabtu, 25 Januari 2014

twittnya Dwitasari yang keren abis

Awalnya, kukira kaubiasa saja. Namun, akhirnya kutahu satu hal. Kau luar biasa, dan aku tergoda.

Kadang, saya ingin punya kemampuan mudah melupakan, terutama tentang kenanganmu.

"Kadang, dalam duka tetap akan terselip bahagia." #CintaTapiBedaREAD: http://bit.ly/R2TULF  :')

Pasal pertama, aku pasti dan selalu merindukanmu. Pasal kedua, jika terlihat tak merindukanmu; kembali ke pasal pertama.

Orang yang kaubenci lebih sering ada di otak daripada orang yang kaucintai. karena sering kepikiran, bisa jadi cinta.
Di Tulungagung dan Gramedia Grage Cirebon #RaksasaDariJogjajuga sudah ada :) silakan diserbu :3
2012: Kejutan. Perjuangan. Kebahagiaan. Kesedihan. Kerelaan. Keikhlasan. Kesabaran. Kebencian. Memaafkan.
“dia tak pernah mengejarku, dia tak pernah menahanku untuk tetap tinggal.” - Read: http://bit.ly/H6cifV  #CintaTapiBeda
Dewasalah. Sehingga saat mengejar kebahagiaanmu sendiri; kautak perlu menjatuhkan kebahagiaan orang lain.
Masa lalu adalah kekuatan terselubung yang mendorongmu untuk berubah, menjadi lebih kuat, dan dewasa. :)
Setiap orang punya masa lalu. Pasti punya. Harus punya. Masa lalu menjadikan dia berbeda di masa kini dan masa depan.
Jangan terlalu membenci, repot nanti kalau perasaan itu berubah menjadi terlalu mencintai.
Karena berjuang adalah ketika kamu melakukan yang tak pernah kaulakukan. Ketika kamu bersabar tanpa pernah mengeluh.
"Kita bukan manusia yang tidak punya masalah." - Chef Subiakto#CintaTapiBeda
Kamu denganku, cinta. Kamu dengannya; luka.
".... aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." - Filipi 3:13-14
#RaksasaDariJogja di #JOGJA sudah ada di Gramedia Sudirman, Ambarukmo, Malioboro, dan Togamas :* serbuu yuk! :*
“Saya mencintai dia. Sebaik dan seburuk apapun tingkah laku dan keadaannya.” - Read: http://bit.ly/I5OKX3  #CintaTapiBeda
Dan, tangan kasihNya memimpinku. Di tengah gelombang dunia menakutkan; hatiku tetap tenang teguh. O:)

2012: perjuangan, kebahagiaan. air mata, tawa. tangis, bahagia. jujur, khianat. aku. kamu. kita. Tuhan.



Jika dia juga tak pernah hargai perjuanganmu saat menunggu, maka untuk apa kautetap menjadikan dia satu-satunya?
Jika kaumenunggu namun ia tak pernah tahu dan tak pernah sadar sedang kautunggu, maka untuk apa kautetap menunggu?
Jika dia menyadari ada sosokmu yang masih menunggu, dia akan pulang dan datang tepat waktu.
Tapi, menunggulah untuk yang pantas kautunggu. Karena dia pasti datang. Karena dia pasti pulang.
Kadang, menunggu disejajarkan dengan sikap pengecut. Padahal, apa salahnya bersabar untuk kebahagiaan?
11.11 semoga 2013 semakin baik! :*
Gampang banget ngomong "aku sayang kamu" ke orang lain tanpa pernah memerhatikan aku yang sakit hati di sini.
:') rt @auroyaph dwitasaridwita Gua musti nonton filmlo! Gua musti! Wajib! Kudu! Ahahahaha tapi gaada yg bisa diajak nonton. Maklum, single
wah wah wah :') rt @AprillitaDiPer Semalem dibuat nangis sama film 'cinta tapi beda' nya kaka dwitasaridwita
Mungkin, perasaanmu tak lagi kaufungsikan, hingga kautak tahu rasanya menjadi aku; yang menunggumu, tanpa lelah.

Luka begitu sulit dijelaskan, ketika aku mencintaimu; kaumengetahuinya tapi tak pernah peduli.

Kamis, 23 Januari 2014

Seputar Semarang

Semarang merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir utara Jawa dan menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah. Sejak abad ke-VIII, Semarang yang kala itu masih bernama Pragota telah menjadi pelabuhan utama Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Yogyakarta. Pelabuhan ini menjadi titik keberangkatan para pelaut Mataram Kuno yang berlayar hingga ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar, jauh sebelum pelaut Eropa berlayar mengarungi samudra dan Christopher Columbus menemukan Benua Amerika. Sebagai bandar Jawa, Semarang tidak hanya menjadi tempat berlabuh kapal-kapal nusantara, namun juga kapal asing yang berasal dari berbagai penjuru dunia dan menjadi pintu gerbang jalur perniagaan internasional. Melalui Pelabuhan Pragota, Mataram Kuno mengekspor beras dan mengimpor kain katun cetak dari India. Interaksi tersebut kemudian berlanjut ke ranah budaya dan kepercayaan. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya kompleks Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran yang berjarak 13 km dari Rawa Pening.

Pada abad ke-XV, Pragota disinggahi kapal layar besar yang dipimpin oleh Laksmana Cheng Ho, seorang admiral Cina yang terkenal karena pelayaran damai yang dilakukannya dengan tujuan diplomasi ke berbagai kawasan di dunia menggunakan armada kolosal. Guna mengenang dan menghormati Laksmana Cheng Ho, dibangunlah sebuah klenteng yang bernama Klenteng Agung Klenteng Agung Sam Poo Kong. Budaya Tiongkok yang dibawa oleh Cheng Ho dan anak buahnya kemudian bersinggungan dengan budaya lokal dan terciptalah akulturasi (percampuran dua budaya atau lebih dan saling mempengaruhi) di berbagai bidang, khususnya dalam dunia gastronomi (tata boga). Soto Bangkong yang melegenda, Tahu Pong, dan Lumpia (Lumpia Gang Lombok), merupakan perpaduan kuliner Jawa dan Cina. Keturunan Tongkok yang menetap di Semarang kemudian menghuni satu kawasan tersendiri yang dikenal dengan nama Kawasan Pecinan.

kota ini

Kini senyummu terkenang lagi dibenakku yang jauh sudah aku kubur dalam-dalam tentangmu bahkan tentang kita
Dikota ini dulu semua terasa indah setiap ujung ke ujung kota iniSemua malam aku pikir sama saja saat bersamamu di kota iniKota dimana aku dan kamu dilahirkanKota dimana aku dan kamu dipertemukanAh sekarang aku hanya manikmati malamku sendiri , disini ditempat yang aku dan kamu pernah bahagia bersamaLelaki ku dulu disini Taman Rakyat Slawi dimana dulu kita pernah menghabiskan malah bersamaMelihat ramai anak-anak bermain sepatu roda , sepeda cinta dan menikmati segelas teh yang hangat ini dengan romantis kita berdua menikmati poci iniKini aku melihatnya sendiri sesekali aku menggigil kedinganan , dan dalam hati aku mengisi pengharapanku dengan hadirmuTapi pengharapanku segera ditepisAah mana mungkin yang dulu takan terulang kembali kita berbeda dan sangat berbeda sekalipun kota ini menyatukan kita
-huroh-
-huroh-




puisi ini hanyalah fiktif belaka  

Sabtu, 18 Januari 2014

Panggung Krapyak dan Garis Imajiner Yogyakarta

panggung krapyak sebelum direnovasi
panggung krapyak setelah direnovasib setelah gempa yang terjadi di Yogyakara
Salah satu bangunan yang masuk dalam garis imajiner kota Yogyakarta, Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Terletak di bagian selatan Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak adalah sebuah bangunan bersejarah berbentuk ruangan menyerupai kubus. Bagian dinding kini tampak berwarna hitam, menunjukkan usianya yang hampir menyamai usia Kota Yogyakarta, seperempat milenium. Bangunan tampak masih kokoh, walau beberapa bagian mengalami kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu. Konon Krapyak adalah sebuah hutan yang menjadi habitat banyak satwa salah

tangga untuk naik keatas
Panggung Krapyak dibangun sekitar tahun 1760 oleh Sri Sultan HB I yang memiliki kegemaran yang sama dengan Prabu Hanyokrowati yaitu berburu. Panggung sebagai pos berburu sekaligus sebagai daerah pertahanan dari binatang buas.Panggung Krapyak yang menyerupai kotak ini memiliki ukuran luas 17,6 m x 15 m dan tinggi 10 m. Dindingnya terbuat dari batu bata merah yang dilapisi semen. Pada setiap sisinya terdapat sebuah pintu dan dua buah jendela yang berada di kanan kirinya. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah terbagi ke dalam empat ruangan yang dihubungkan oleh lorong. Lantai atas atau atapnya adalah sebuah tempat terbuka yang dibatasi oleh pagar di keempat sisinya yang digunakan sebagai tempat berburu binatang. Beberapa orang menduga jika bangunan ini juga digunakan oleh prajurit Mataram sebagai pos pertahanan. Konon dari tempat ini gerakan musuh dari arah selatan bisa dipantau sehingga bisa memberikan peringatan kepada Keraton jika ada bahaya.
satunya rusa atau menjangan. Keluarga kerajaan Mataram Islam sangat gemar berburu di tempat ini salah satunya Prabu Hanyokrowati putra Panembahan Senopati. Kegemarannya berburu menyebabkan beliau meninggal di hutan Krapyak pada tahun 1610. Beliau diberi gelar Panembahan Seda Krapyak dan disemayamkan di Kotagede.

 Tugu Jogja ini merupakan titik "poros imajiner" kota Jogja. Tepat di bila ditarik garis sebelah utaranya adalah Gunung Merapi dan di sebelah selatannya adalah Panggung Krapyak. Dari sinilah acuan pembangunan kota Jogja. Keraton dan alun-alunnya mengikuti acuan poros imajiner ini, sehingga antara Gunung Merapi, Tugu, Keraton, Panggung Krapyak, dan Laut Selatan bila ditarik garis merupakan satu rangkaian utara-selatan.

Keraton YogYES karta

sejarah 
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Tata ruang dan arsitektur umum

Arsitek kepala istana ini adalah Sultan Hamengkubuwana I, pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda, Theodoor Gautier Thomas Pigeaud dan Lucien Adam yang menganggapnya sebagai "arsitek" dari saudara Pakubuwono II Surakarta"[6]. Bangunan pokok dan desain dasar tata ruang dari keraton berikut desain dasar landscape kota tua Yogyakarta[7] diselesaikan antara tahun 1755-1756. Bangunan lain di tambahkan kemudian oleh para Sultan Yogyakarta berikutnya. Bentuk istana yang tampak sekarang ini sebagian besar merupakan hasil pemugaran dan restorasi yang dilakukan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII (bertahta tahun 1921-1939).

Tata ruang

Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno
Dahulu bagian utama istana, dari utara keselatan, dimulai dari Gapura Gladhag di utara sampai di Plengkung[Nirboyo di selatan. Bagian-bagian utama keraton Yogyakarta dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag-Pangurakan; Kompleks Alun-alun Ler (Lapangan Utara) dan Mesjid Gedhe (Masjid Raya Kerajaan); Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil Ler, Kompleks Kamandhungan Ler; Kompleks Sri Manganti; Kompleks Kedhaton; Kompleks Kamagangan; Kompleks Kamandhungan Kidul; Kompleks Siti Hinggil Kidul (sekarang disebut Sasana Hinggil); serta Alun-alun Kidul (Lapangan Selatan) dan Plengkung Nirbaya yang biasa disebut Plengkung Gadhing
Bagian-bagian sebelah utara Kedhaton dengan sebelah selatannya boleh dikatakan simetris. Sebagian besar bagunan di utara Kompleks Kedhaton menghadap arah utara dan di sebelah selatan Kompleks Kedhaton menghadap ke selatan. Di daerah Kedhaton sendiri bangunan kebanyakan menghadap timur atau barat. Namun demikian ada bangunan yang menghadap ke arah yang lain.
Selain bagian-bagian utama yang berporos utara-selatan keraton juga memiliki bagian yang lain. Bagian tersebut antara lain adalah Kompleks Pracimosono, Kompleks Roto Wijayan, Kompleks Keraton Kilen, Kompleks Taman Sari, dan Kompleks Istana Putra Mahkota (mula-mula Sawojajar kemudian di nDalem Mangkubumen). Di sekeliling Keraton dan di dalamnya terdapat sistem pertahanan yang terdiri dari tembok/dinding Cepuri dan Baluwerti. Di luar dinding tersebut ada beberapa bangunan yang terkait dengan keraton antara lain Tugu Pal Putih, Gedhong Krapyak, nDalem Kepatihan (Istana Perdana Menteri), dan Pasar Beringharjo.

Arsitektur umum

Secara umum tiap kompleks utama terdiri dari halaman yang ditutupi dengan pasir dari pantai selatan, bangunan utama serta pendamping, dan kadang ditanami pohon tertentu. Kompleks satu dengan yang lain dipisahkan oleh tembok yang cukup tinggi dan dihubungkan dengan Regol yang biasanya bergaya Semar Tinandu . Daun pintu terbuat dari kayu jati yang tebal. Di belakang atau di muka setiap gerbang biasanya terdapat dinding penyekat yang disebut Renteng atau Baturono. Pada regol tertentu penyekat ini terdapat ornamen yang khas.
Bangunan-bangunan Keraton Yogyakarta lebih terlihat bergaya arsitektur Jawa tradisional. Di beberapa bagian tertentu terlihat sentuhan dari budaya asing seperti Portugis, Belanda, bahkan Cina. Bangunan di tiap kompleks biasanya berbentuk/berkonstruksi Joglo atau derivasi/turunan konstruksinya. Joglo terbuka tanpa dinding disebut dengan Bangsal sedangkan joglo tertutup dinding dinamakan Gedhong (gedung). Selain itu ada bangunan yang berupa kanopi beratap bambu dan bertiang bambu yang disebut Tratag. Pada perkembangannya bangunan ini beratap seng dan bertiang besi.
Permukaan atap joglo berupa trapesium. Bahannya terbuat dari sirap, genting tanah, maupun seng dan biasanya berwarna merah atau kelabu. Atap tersebut ditopang oleh tiang utama yang di sebut dengan Soko Guru yang berada di tengah bangunan, serta tiang-tiang lainnya. Tiang-tiang bangunan biasanya berwarna hijau gelap atau hitam dengan ornamen berwarna kuning, hijau muda, merah, dan emas maupun yang lain. Untuk bagian bangunan lainnya yang terbuat dari kayu memiliki warna senada dengan warna pada tiang. Pada bangunan tertentu (misal Manguntur Tangkil) memiliki ornamen Putri Mirong, stilasi dari kaligrafi Allah, Muhammad, dan Alif Lam Mim Ra, di tengah tiangnya.
Untuk batu alas tiang, Ompak, berwarna hitam dipadu dengan ornamen berwarna emas. Warna putih mendominasi dinding bangunan maupun dinding pemisah kompleks. Lantai biasanya terbuat dari batu pualam putih atau dari ubin bermotif. Lantai dibuat lebih tinggi dari halaman berpasir. Pada bangunan tertentu memiliki lantai utama yang lebih tinggi. Pada bangunan tertentu dilengkapi dengan batu persegi yang disebut Selo Gilang tempat menempatkan singgasana Sultan.
Tiap-tiap bangunan memiliki kelas tergantung pada fungsinya termasuk kedekatannya dengan jabatan penggunanya. Kelas utama misalnya, bangunan yang dipergunakan oleh Sultan dalam kapasitas jabatannya, memiliki detail ornamen yang lebih rumit dan indah dibandingkan dengan kelas dibawahnya. Semakin rendah kelas bangunan maka ornamen semakin sederhana bahkan tidak memiliki ornamen sama sekali. Selain ornamen, kelas bangunan juga dapat dilihat dari bahan serta bentuk bagian atau keseluruhan dari bangunan itu sendiri.